Subscribe:

Senin, 14 Mei 2012

cara berkebun

pengertian kebun


Kebun dalam pengertian di Indonesia adalah sebidang lahan, biasanya di tempat terbuka, yang mendapat perlakuan tertentu oleh manusia, khususnya sebagai tempat tumbuh tanaman.


Pengertian kebun bersifat umum karena lahan yang ditumbuhi tumbuhan secara liar juga dapat disebut kebun, asalkan berada di wilayah permukiman. Dalam keadaan demikian, kebun dibedakan dari hutan dilihat dari jenis dan kepadatan tumbuhannya. Dalam ungkapan sehari-hari, kebun sering kali digunakan untuk menyebut perkebunan (seperti "kebun karet" atau "kebun kelapa") terutama bila ukurannya tidak terlalu luas dan tidak diusahakan secara intensif komersial.


Kata kebun juga dipakai untuk menyebut pekarangan dan taman. Kebun dapat merupakan suatu pekarangan, namun tidak selalu demikian. Keseluruhan atau sebagian kebun dapat ditata menjadi taman.



Kebun dapat dipadankan secara baik dengan orchard dalam bahasa Inggris. Kebun dengan pengertian demikian adalah suatu usaha pertanaman pohon atau semak secara monokultur, tetapi bukan terna, untuk menghasilkan bahan pangan. Lahan bagi kebun demikian ini telah dikenal sejak dulu, seperti kebun pala di Maluku dan berbagai kebun buah-buahan di berbagai tempat di Nusantara (seperti kebun durian, duku, rambutan, dan salak). Kebun dalam pengertian di Indonesia biasanya tidak memiliki sistem budidaya yang intensif dan sekedar menjadi tempat untuk menumbuhkan tanaman serta pengumpulan hasil panen. 

Tidak ada fasilitas penyortiran atau pengemasan yang tersedia di lahan tersebut. Di luar negeri, kebun apel, jeruk, pisang, dan zaitun diusahakan secara intensif dan dapat dikatakan sebagai perkebunan.

manfaat berkebun


Manfaat berkebun
Banyak alasan untuk kembali ke ladang dan menanam makanan Anda sendiri. 

Tak peduli apakah Anda kaya atau miskin, punya lahan luas atau hanya sejengkal, punya pengalaman bertani atau tidak. Menurut situs Organic Soul, tak ada alasan yang menghalangi Anda untuk berkebun dan bertani.
Besar manfaat yang akan Anda peroleh dengan berkebun dan bertani. Berikut adalah diantaranya:


1. Membantu Kita Mengenal Alam
Saat tangan Anda kotor oleh tanah, Anda telah memulai hubungan baru dengan alam. Langkah pertama, pilih tanaman yang ingin Anda tanam. Pastikan tanaman itu cocok dengan iklim di lingkungan Anda. Setelah menemukan tanaman yang cocok, saatnya belajar merawat tanaman – kapan menyiraminya, berapa banyak kebutuhan cahaya matahari, dan perlakuan khusus lainnya. Saat Anda mulai menanam baris demi baris sayuran, keahlian Anda akan terus bertambah seiring dengan waktu.


2. Membantu Mendekatkan Diri dengan Lingkungan
Saat Anda bertani, bayangkan Anda sedang bersatu dengan alam. Anda bagaikan menanam bagian dari diri Anda sendiri, menanam sesuatu yang akan hidup dan tumbuh. Pengalaman ini akan membuka mata Anda dan saat Anda membuka jendela, menyaksikan tanaman yang Anda tanam tumbuh, Anda bagai menyaksikan sebuah dunia baru.
Pengalaman ini tidak hanya memberikan kepuasan batin namun juga memperkuat rasa cinta kita terhadap lingkungan. Menjadi seorang petani bisa membuat Anda menjadi  pribadi yang lebih “hijau” lagi.

3. Menciptakan Dunia yang Sehat
Saat tanaman Anda tumbuh, Anda menciptakan habitat baru bagi makhluk hidup di sekitarnya. Anda juga membantu mengurangi emisi karbon dioksida, tidak hanya dari perjalanan Anda berkendara ke toko namun juga dari proses transportasi makanan.

4. Menyehatkan Tubuh
Saat Anda bertani atau berkebun, Anda bisa mengontrol setiap bahan yang Anda gunakan dalam proses menanam. Hal ini memungkinkan Anda menghasilkan makanan segar organik yang bebas dari bahan-bahan kimia berbahaya.
Manfaat lain, bertani atau berkebun membuat tubuh Anda terus aktif. Menggali, menanam dan merawat lahan membuat Anda terus bergerak. Anda juga bisa melibatkan anak-anak, membuat mereka sehat. Dan percaya atau tidak, bertani itu menyenangkan – coba deh.

5. Menghemat Biaya
Modal bertani atau berkebun Anda akan segera kembali saat Anda melakukan panen perdana. Menanam makanan sendiri bisa menghemat biaya yang besar. Tak lama lagi, Anda bahkan bisa berbagi hasil panen dengan keluarga dan teman-teman!

6. Menghilangkan Stress
Yang terakhir, bertani atau berkebun dalam skala kecil mampu membuat Anda rileks dan menghilangkan stress. Bertani atau berkebun akan membuat tubuh dan pikiran Anda tetap aktif. Bertani bisa menjadi sarana rekreasi dan membuat Anda terbebas dari rutinitas kerja dan keluarga!


Redaksihijau.com

mari berkebun kawand :D


mari berkebun


 “Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat.” (Q.S An-Naba’ 14-16).


berkebun bagi para anak-anak remaja mungkin suatu hal yang menjijikan sekaligus menyenangkan.

Karena bisa belajar sambil bermain tidak ada salahnya para orang tua dan guru mengenalkan berkebun kepada para anak-anak remaja dari pada  hanya bermain game,apa lagi dalam rangka hari bumi remaja dan anak-anak akan senang untuk berpartisipasi untuk menyelamatkan bumi kita.
Alam pun perlu di kenalkan agar saat ia besar bisa merawat alam dengan baik.

Bahagia sekali anak-anak dan remaja berkebun. Banyak sekali pengalaman baru yang di dapatkan.

Selama ini mereka sangat kurang sekali interaksinya dengan alam, sehingga waktu mereka bersentuhan dengan tanah, bibit dan memanen sayur ,bahkan pohon itu merupakan pengalaman yg sangat berharga bagi mereka.

Betapa terkagum kagum nya anak-anak dan remaja melihat proses pertumbuhan sayuran pakcoy, bayam dan kangkung yg dalam waktu 4 minggu sudah bisa dipanen. Dan begitu antusiasnya anak-anak remaja mencabuti gulma agar pertumbuhan sayuran tidak terganggu.

Dalam kegiatan ini. saya hanya berharap aremaja bisa mencintai tanaman dan lebih menghargai para petani yg sudah susah payah merawat tanaman-tanaman yg kita konsumsi. dan merawat alam sekitar.


kegiatan kecil seperti ini bisa memberi sedikit pengetahuan tentang lingkungan hidup yang patut kita jaga kelestariannya,oleh karena itu,kegiatan seperti ini sangat berguna dan perlu di tingkatkan,dari pihak sekolah maupun lingkungan keluarga .



Ayo kawan kita  semangat berkebun, kita tanam biji-bijian dan kita tumbuhkan tanaman di negeri kita tercinta ini. Kita sayangi ala mini !

berkebun mengurangi emisi karbon


Emisi karbon ini telah menyumbang terhadap efek rumah kaca,
yang diperkirakan saat ini telah menaikkan suhu permukaan bumi rata-rata sebesar 1°C sejak awal revolusi industri dan kenaikan akan mencapai 2°C pada pertengahan abad ini jika tidak ada langkah-langkah drastis yang diambil untuk mengurangi laju 


pertambahan emisi gas rumah kaca di atmosfer.
Pemanasan global akan berujung pada perubahan iklim yang menyebabkan berubahnya faktor-faktor iklim, seperti curah hujan, penguapan dan temperatur. 


Perubahan-perubahan ini juga akan memacu terjadinya bencana lingkungan yang terkait dengan faktor-faktor iklim seperti bencana banjir, peningkatan permukaan air laut, el nino, el nina dsb.


Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi emisi karbon ?
yang sangat penting adalah kita mengurangi pemborosan-pemborosan energi (hemat listrik, bensin dll) dan kurangi aktifitas-aktifitas yang memproduksi karbon tinggi (kurangi buang sampah, kurangi pengunaan kertas dll).


Bagi hobiis berkebun, tentunya kita akan lebih semangat untuk menanam pohon. Menanam pohon keras diperkirakan akan mengurangi emisi gas CO2 sebesar 129, 92 Kg/Ha/Jam.
Gas karbon ini akan dirubah oleh tanaman menjadi oksigen dan massa tumbuhan apakah itu kayu buah dll pada saat proses fotosintetis.
jadi berkebun pun dapat mengurangi emisi karbon. walau kita belum bisa menanam pohon secara besar-besaran kita dapat memulai dari diri kita dulu. memulai suatu hal dari hal yang kecil .

sebelum bumi kita semakin panas,, yang dampaknya akan kembali pada manusia ,,dan diri kita sendiri . untuk generasi sekarang dan mendatang
jadi apa salahnya kalau kita berkebun???


cara unik berkebun


Cara unik untuk berkebun

Berkebun sayur di kota di lahan yg terbatas tidak masalah...ada beberapa cara yang unik lhoo …
Ini dia..
1.    Vertikultur dengan kaleng bekas
Gunakan kaleng-kaleng bekas cat 5 kg.

  • lubangi bagian bawah dan sampingnya. 
  • Isi kaleng dengan media tanah
  • pupuk kandang/pupuk kompos dan sekam perbandingannya 1:1:1. 
  • Masukkan bibit sayur di bagian samping.
  • Ajaib... bibit akan tumbuh ke samping dan usia 1-2 bulan kita sudah bisa panen.


Ternyata, setelah 2 minggu tanaman kita sudah menampakkan hasil
 usia 1,5 bulan akan tumbuh daun yang lebat. (Ini contoh untuk tanaman slada merah dan hijau)
Wah...sayur slada yg indah bisa dijadikan hiasan di halaman rumah.

Rak vertikultur dari kaleng ini juga akan mengurangi limbah kaleng-kaleng.
Media tanaman dari kompos rumah tangga akan membantu mengurangi sampah organik di rumah.
 


Panen langsung dari halaman rumah lebih segar dan dijamin lebih sehat karena berkebunnya organik.jadi selain bisa mengurangi emisi karbon kita juga sekaligus memanfaatkan limbah,,,yang terbuang jadi sampah tidak menumpuk ,,
bisa berkebun dan daur ulang donk... mudah kan ..
jadi semangat ia ... !!!
Selamat mencoba.


2.   Hidroponik

berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah.

Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang mamanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilles.
Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha komersial harus diperhatikan.
Sebagai contoh jenis tanaman yang mempunyai nilai jual di atas rata-rata, yaitu: 
a. Paprika 
b. Tomat 
c. Timun Jepang 
d. Melon
e. Terong Jepang 
f. Selada
Memang media ini bisa juga di gunakan untuk berkebun,karena bagi yang tidak mempunyai lahan berkebun dengan cara ini bisa mengatasi lahan yang terbatas.

Ini dia contoh nya :
            
bisa kan hidroponik untuk berkebun subur lagi sayurannya. dengan cara ini kita tidak perlu menebang pohon untuk di jadikan lahan investasi. keep our planet guys. !